Pendahuluan
Bangkok, sebuah metropolis yang identik dengan kuil megah berbalut emas dan gemerlap kehidupan malam, menyimpan kekayaan budaya dan sejarah yang lebih dalam dari sekadar apa yang sering terlihat. Di balik arsitektur Buddha yang dominan, terhampar jejak peradaban Islam yang telah berakar selama berabad-abad, terutama melalui kehadiran masjid-masjid tua yang menawan. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri lorong waktu, mengungkap bagaimana Islam tiba di Thailand, peran komunitas Muslim dalam sejarah kerajaan Siam, serta mengupas kisah di balik beberapa masjid tertua di Bangkok yang menjadi saksi bisu perpaduan budaya yang harmonis.
Awal Mula Jejak Islam di Thailand
Gelombang Kedatangan dan Integrasi Komunitas Muslim
Kehadiran Islam di Thailand bukanlah fenomena baru, melainkan sebuah narasi yang terukir jauh sebelum era modern. Sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal, pedagang dan pelaut dari Arab, Persia, India, dan kepulauan Melayu telah berlayar ke pelabuhan-pelabuhan di Semenanjung Malaya dan Kerajaan Ayutthaya yang kuat, membawa serta ajaran Islam. Beberapa di antara mereka menetap, menikahi penduduk lokal, dan membentuk komunitas Muslim pertama yang secara bertahap berkembang.
Selain para pedagang, gelombang migrasi lain datang dari wilayah selatan Thailand yang mayoritas Muslim (seperti Pattani, Narathiwat, dan Yala), serta imigran dari Cham (Kamboja) dan Jawa yang mencari penghidupan baru atau melarikan diri dari konflik di tanah asal mereka. Komunitas-komunitas ini membentuk permukiman yang dikenal sebagai “kudi” atau “kampung,” lengkap dengan pusat kehidupan sosial dan spiritual mereka: masjid.
Peran Kerajaan Siam dalam Kehidupan Muslim
Hubungan Harmonis dan Toleransi Beragama
Berbeda dengan beberapa narasi sejarah di wilayah lain, Thailand memiliki catatan hubungan yang relatif harmonis antara kerajaan Siam (dan kemudian Thailand) dengan komunitas Muslimnya. Raja-raja Siam, terutama pada era Ayutthaya yang berlangsung dari abad ke-14 hingga ke-18 dan awal periode Bangkok, dikenal akan kebijakan toleransi beragama mereka yang pragmatis dan inklusif.
Muslim diizinkan untuk mempraktikkan agama mereka secara bebas, membangun masjid, dan menjaga tradisi budaya mereka. Banyak di antara mereka yang bahkan diberi posisi penting dalam pemerintahan, militer, dan perdagangan, membuktikan integrasi yang mendalam dalam struktur sosial kerajaan. Beberapa raja bahkan secara langsung mendukung pembangunan atau renovasi masjid, mengakui kontribusi signifikan komunitas Muslim terhadap kemajuan dan kemakmuran kerajaan.
Masjid-Masjid Tua di Bangkok: Saksi Sejarah yang Terlupakan
Masjid Haroon: Simbol Kekuatan dan Keberagaman
Salah satu masjid tertua dan paling terkenal di Bangkok adalah Masjid Haroon (Masjid Harun). Terletak di tepi Sungai Chao Phraya yang ikonis, dekat distrik Bang Rak yang bersejarah, masjid ini didirikan pada akhir abad ke-19 oleh seorang pedagang Muslim keturunan India bernama Haroon Bafadel. Arsitekturnya yang memadukan gaya tradisional Thailand dengan sentuhaeo-klasik dan Timur Tengah menjadikaya landmark yang menarik secara visual maupun historis.
Masjid Haroon bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat komunitas yang aktif, mencerminkan keragaman etnis dan budaya komunitas Muslim di Bangkok yang terdiri dari keturunan India, Persia, Melayu, dan Cham. Keberadaaya yang kokoh selama lebih dari seabad adalah bukti nyata ketahanan dan vitalitas komunitas Muslim di ibu kota Thailand.
Masjid Jawa: Jejak Migran dari Nusantara
Tak jauh dari Masjid Haroon, kita dapat menemukan Masjid Jawa, yang didirikan oleh komunitas Muslim asal Jawa, Indonesia, yang bermigrasi ke Bangkok pada abad ke-19. Masjid ini merupakan bukti nyata adanya jaringan perdagangan, budaya, dan migrasi lintas batas yang erat di Asia Tenggara. Para pekerja dan pedagang Jawa ini membawa serta identitas keagamaan dan budaya mereka, yang kemudian terakulturasi dalam lanskap multikultural Bangkok.
Meskipun ukuraya tidak terlalu besar dan arsitekturnya cenderung sederhana, Masjid Jawa memancarkan pesona sejarah yang mendalam, mencerminkan asal-usul komunitasnya. Hingga kini, masjid ini terus menjadi pusat kegiatan bagi keturunan Jawa di Bangkok, melestarikan tradisi dan bahasa nenek moyang mereka.
Masjid Chak Phra (Kudi Luang Masjid): Permata Tersembunyi
Di sisi lain Sungai Chao Phraya, di area Thonburi yang lebih tenang, berdiri Masjid Chak Phra, atau yang juga dikenal sebagai Kudi Luang Masjid. Ini adalah salah satu masjid tertua di Thonburi, didirikan pada masa Raja Taksin Agung (akhir abad ke-18) yang menjadikan Thonburi sebagai ibu kota sementara setelah jatuhnya Ayutthaya. Masjid ini merupakan contoh arsitektur awal Thailand yang dipengaruhi oleh gaya Ayutthaya, dengan atap berlapis yang khas.
Keberadaaya di tengah-tengah komunitas lokal yang mayoritas non-Muslim menunjukkan integrasi yang mendalam dan damai antara berbagai kelompok masyarakat Thailand sejak lama. Masjid Chak Phra adalah permata tersembunyi yang menawarkan pandangan ke dalam sejarah awal Bangkok dan koeksistensi harmonisnya.
Ciri Khas Arsitektur Masjid Tua Thailand
Masjid-masjid tua di Thailand, khususnya di Bangkok, seringkali menampilkan perpaduan unik dari berbagai gaya arsitektur yang mencerminkan sejarah adaptasi dan asimilasi budaya. Kita bisa melihat elemen-elemen tradisional Thailand seperti atap tiga tingkat yang menyerupai kuil Buddha, ornamen ukiran kayu yang rumit, dan penggunaan warna-warna cerah yang akrab dalam seni lokal.
Namun, di saat yang sama, mereka juga mengadopsi fitur-fitur arsitektur Islam yang universal, seperti menara (minaret) untuk panggilan salat, kubah kecil, dan mihrab yang menunjuk ke arah Ka’bah di Mekah. Perpaduan harmonis ini menciptakan identitas visual yang khas, unik bagi masjid-masjid di Thailand, sekaligus menunjukkan bagaimana Islam berakar dan tumbuh dalam konteks budaya lokal.
Masjid di Thailand Selatan: Pusat Peradaban Islam yang Kuat
Meskipun fokus artikel ini adalah Bangkok, tidak lengkap rasanya membicarakan sejarah masjid tua di Thailand tanpa menyebutkan wilayah Selatan, khususnya provinsi seperti Pattani, Narathiwat, dan Yala. Wilayah ini telah menjadi pusat peradaban Islam selama berabad-abad, dengan banyak masjid berusia ratusan tahun yang masih berdiri kokoh dan menjadi pusat kehidupan komunitas Muslim Melayu.
Masjid Kerisek di Pattani, misalnya, adalah salah satu contoh arsitektur Islam kuno yang monumental, meskipun kini hanya berupa reruntuhan yang kaya sejarah. Masjid-masjid di selatan ini umumnya memiliki gaya arsitektur yang lebih kental nuansa Melayu-Islam, seringkali menggunakan bahan kayu dan memiliki desain atap yang lebih sederhana namun elegan, berbeda dengan perpaduan gaya yang terlihat di Bangkok. Semuanya adalah bukti keberadaan Islam yang mendalam dan berakar di Negeri Gajah Putih.
Peran Masjid dalam Komunitas Modern
Hingga hari ini, masjid-masjid tua di Thailand terus berfungsi lebih dari sekadar tempat ibadah. Mereka adalah pusat komunitas yang dinamis, tempat pendidikan agama bagi generasi muda, pusat pelestarian budaya dan tradisi, serta jembatan antarbudaya yang mempromosikan pemahaman dan dialog. Mereka menjadi pengingat akan masa lalu yang kaya dan bukti nyata dari keberagaman yang terus tumbuh di Thailand, sebuah negara yang bangga akan multikulturalismenya.
baca juga : Baitul Hikmah: Jantung Intelektual Baghdad dan Warisan Emas Ilmu Pengetahuan Dunia
Kesimpulan
Sejarah masjid tua di Bangkok dan Thailand secara keseluruhan adalah kisah yang memukau tentang adaptasi, toleransi, dan keberagaman. Bangunan-bangunan bersejarah ini bukan hanya struktur fisik, melainkan monumen hidup yang menceritakan perjalanan panjang komunitas Muslim di tengah masyarakat Thailand yang multikultural. Mengunjungi masjid-masjid ini tidak hanya menawarkan pengalaman wisata religi yang mendalam, tetapi juga jendela untuk memahami salah satu babak tersembunyi namun tak kalah penting dalam narasi sejarah Thailand.
Kisah-kisah yang terukir pada dinding-dinding tua ini mengundang kita untuk merayakan kekayaan peradaban manusia yang melampaui batas-batas agama dan etnis, menunjukkan bahwa harmoni dapat terwujud di tengah perbedaan. Keberadaan masjid-masjid ini adalah bukti nyata bahwa Thailand adalah tanah yang kaya akan cerita, menunggu untuk dijelajahi dan dihargai oleh setiap pengunjung.